![]() |
| ilustrasi |
Tentu saja semua itu adalah adegan latihan gabungan penanggulangan aksi teror yang sedang getol dijalankan bersama oleh polisi dan tentara kita. Seluruh kawasan Simpang Lima, Semarang, ditutup untuk umum demi kesuksesan latihan. Dalam waktu singkat, polisi dan tentara bersenjata lengkap mengepung dan menyerbu hotel, termasuk ada prajurit yang diterjunkan dari helikopter ke atap hotel.
Salah satu ”teroris” di restoran kemudian ”ditembak” oleh pasukan antiteror dan terkapar dengan bersimbah darah di bagian dada (kalau diperhatikan lebih saksama sih ”darah” itu seperti selai stroberi yang dioles-oleskan di dada ”teroris”, he-he-he). Setelah melumpuhkan ”teroris” ini, pasukan pun kemudian menyelamatkan sandera ke luar hotel. Sementara sang ”teroris”, diperankan oleh seorang prajurit Kodam IV Diponegoro, sebut saja bernama Kopral Jono (bukan pangkat dan nama sebenarnya) ditinggalkan terkapar di tengah-tengah restoran yang penuh tamu berlalu lalang mengambil makanan.
